Hari raya Imlek identik dengan berkumpul bersama keluarga dan handai taulan. Tahun ini 2021, Imlek terasa berbeda dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda. Kendati demikian, Sekolah Budi Utama selalu punya cara untuk berinovasi dan berkarya untuk mempersembahkan tampilan Imlek yang segar dan menarik. Divisi Bahasa Mandarin dan Divisi Seni Budi Utama bekerja sama memproduksi pertunjukan Wayang Kertas berjudul The Legend of Yasuiqian (Legenda Angpao), yang menceritakan tentang salah satu versi asal muasal Angpao diberikan oleh orang tua keluarga Tionghoa pada anak cucu mereka.

Pementasan Wayang Kertas ini adalah dalam rangka menyambut Festival Lampion atau 元宵节yuanxiaojie, yang dirayakan pada hari ke 15 setelah Imlek. Pementasan ini melibatkan semua guru pengajar Bahasa Mandarin dari unit KB, TK, SD, SMP, dan SMA, tim Divisi Seni Budi Utama, beberapa guru unit menengah, dan peserta didik SD, SMP, dan SMA.

Proses Pembuatan Wayang Kertas :

  1. Wayang kertas dibuat dengan menggunakan kertas bekas, dimana wayang digambar langsung oleh salah satu laoshi unit KB TK Budi Utama.
  2. Digunting dan diukir menggunakan cutter oleh semua laoshi Sekolah Budi Utama.
  3. Setelah selesai di “tatah”, wayang kemudian dibuat menjadi lebih kaku dengan teknik dan ide dari para guru, sehingga wayang bisa dimainkan layaknya wayang kulit pada umumnya.

Inspirasi dan estetika dari bentuk tokoh-tokoh wayang adalah dari wayang kulit Tiongkok sendiri yang dipadukan dengan kearifan dan nilai estetika lokal. Ini adalah yang pertama kalinya dibuat oleh Sekolah Tiga Bahasa di Jawa, bahkan mungkin di Indonesia.

Tidak sama seperti pertunjukan wayang kulit tradisional pada umumnya, pementasan Wayang Kertas ini memadukan keunggulan teknologi modern dengan estetika seni tradisional. Salah satu guru Bahasa Mandarin menjadi dalang yang menggerakkan wayang ini. Sedangkan pengisi suara dari para karakternya diisi oleh peserta didik dan juga beberapa guru Budi Utama. Dengan bekerja sama dengan Divisi Seni, visual dan suara yang dibangun untuk mengiringi penampilan begitu membuat pementasan begitu hidup dan nyata.

Kisah dongeng Yasuiqian diceritakan secara menarik dengan menampilkan dialog dalam empat Bahasa, yakni Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa. Cerita ini menceritakan kisah suatu keluarga yang sedang merayakan Imlek bersama, dimana sang kakek kemudian menceritakan kisah asal muasal uang angpao diberikan. Suasana berpindah ke suatu masa yakni zaman Tiongkok kuno. Diceritakan, setiap awal musim semi, orang-orang hidup dalam terror dan ketakutan karena ada makhluk jahat bernama Sui yang senang berkeliaran, memakan ternak dan menculik anak anak. Apakah kaitan antara uang angpao dengan legenda Sui ini?

 Langsung saja saksikan pertunjukan Wayang Kertas persembahan Departemen Bahasa Mandarin dan Divisi Seni Budi Utama di Youtube Sekolah Budi Utama; IMLEK 2021 The Legend of Yasuiqian.

Wayang Kertas Budi Utama adalah inovasi terbaru yang unik dan kreatif untuk menghidupkan kembali kekuatan wayang sebagai media storytelling serta membuka wawasan kita terhadap warisan luhur kebudayaan Tionghoa, yang juga telah menjadi bagian dari kekayaan budaya luhur Bangsa Indonesia. Tema cerita yang diusung adalah cerita dengan nilai-nilai keutamaan dan kebajikan dalam hidup sehingga harapannya menjadi inspirasi bagi kita semua.