Pada hari Jumat, 16 Mei 2025, siswa-siswi SMA Budi Utama berkesempatan mengikuti Biennial Service-Learning Symposium yang diselenggarakan oleh St. Hilda’s Secondary School, Singapura. Symposium ini merupakan acara dua tahunan yang diikuti oleh ratusan siswa dan puluhan guru dari berbagai sekolah menengah di Singapura yang secara khusus memiliki perhatian terhadap perencanaan program Values in Action (VIA).

Dengan mengusung tema “Building Lives as One”, symposium ini menekankan pentingnya kolaborasi, kepedulian, dan pembangunan karakter melalui aksi nyata. SMA Budi Utama turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan satu siswa (Baskara Wibisana_kelas 11.2) berperan sebagai moderator serta tujuh siswa lainnya yang terbagi dalam tiga kelompok untuk memaparkan proyek inovatif mereka yang berdampak pada komunitas. Seluruh sesi presentasi dilakukan secara virtual
Presentasi Inovasi:
- Kelompok pertama terdiri dari Rafael Salberiola (kelas 12.1) dan Natasha Ophelia Emiliana Hartono (kelas 12.2) yang memperkenalkan aplikasi DERANA, sebuah aplikasi anti-perundungan yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung gerakan anti-bullying di kalangan remaja. Ide ini lahir dari hasil observasi terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan sosial siswa.

- Kelompok kedua, yakni Lionel Johanes Candra (kelas 11.1) dan Janitra Nuafide Adirajasa (kelas 11.3), mempresentasikan aplikasi LOCUS, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mempromosikan dan mengiklankan UMKM lokal. Gagasan ini terinspirasi dari pengalaman mereka mengikuti kegiatan live-in di daerah Salatiga dan melihat potensi usaha kecil yang belum terjangkau secara digital.
- Kelompok ketiga, yaitu Aslan Arsyafi Rahardhi, Hanani Sanjaya, dan Kenneth Dean Jonathan (ketiganya dari kelas 10.1), memperkenalkan Batik By You, sebuah platform berbasis web yang memungkinkan pengguna untuk bisa memilih/membuat desain batik sesuai dengan motif dan warna pilihan mereka. Ide ini muncul dari hasil observasi mereka terhadap pasar lokal dan upaya pelestarian kearifan lokal.

Keterlibatan para siswa dalam symposium internasional ini memberikan para siswa pengalaman yang sangat berharga. Mereka dapat berbagi ide dan inovasi yang mereka kerjakan dalam program SIP (Students Innovative Project) di sekolah dengan rekan-rekan dari Singapura, sekaligus belajar dari perspektif global mengenai aksi pelayanan masyarakat.
Setelah setiap presentasi, para siswa mengikuti sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta symposium lainnya terhadap ide-ide inovatif yang disampaikan oleh siswa SMA Budi Utama.
Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menjadi bukti bahwa karakter siswa-siswi SMA Budi Utama tumbuh dan berkembang melalui keterlibatan mereka dalam menciptakan solusi inovatif bagi komunitas.
