Pada tanggal 27 Agustus 2021, Sekolah Budi Utama Yogyakarta mulai mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk memulai metode pembelajaran hybrid learning. Simulasi ini diadakan di Gedung SD Budi Utama dan melibatkan Kepala Sekolah serta beberapa guru baik yang yang berada di sekolah maupun di rumah (work from home).

Hybrid learning merupakan metode yang paling tepat untuk digunakan selama masa pandemi COVID - 19 masih berlangsung. Beberapa dari kita mungkin masih belum terlalu familiar dengan istilah hybrid learning. Hybrid learning merupakan metode pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan yaitu pembelajaran tatap muka, online, dan berbasis komputer.

Untuk mengobati rasa rindu kembali bersekolah seperti biasa, metode ini sangatlah efektif. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, surat keputusan bersama tersebut tertuang di dalam surat Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID - 19), bahwa sekolah baru dapat melaksanakan tatap muka dengan kapasitas kuota 50 persen dari kapasitas kelas.

Jika terdapat 24 siswa dalam satu kelas, maka 12 siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sementara 12 siswa lainnya diwajibkan melakukan pembelajaran dari rumah. Namun, siswa yang berada di rumah dapat mengikuti pelajaran secara virtual bersama dengan siswa yang belajar di sekolah. 

Sekolah Budi Utama diharapkan menjadi pioneer dalam merealisasikan metode hybrid learning ini, dengan harapan agar proses kegiatan belajar mengajar selama pandemi dapat berlangsung dengan jauh lebih baik dan mengobati kerinduan anak-anak untuk belajar di sekolah seperti biasa.

Budi Utama, Agustus 2021