Jeanie Graciela Hinarta tampil sebagai desainer termuda dalam peragaan busana bertajuk ‘Asmat Pro’s Talent Presentatition 2021’ di Sleman City Hall, Minggu (14/2). Fashion show gelaran Asmat Pro yang bekerjasama dengan Sleman City Hall, diikuti 13 perancang busana.
Karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Amsal, jarak kursi antar penonton lebih dari satu meter, wajib mengenakan masker dan disiapkan hand sanitizier. Yang jelas, peragaan busana tidak menggunakan backstage seperti lazimnya fashion show. Sedangkan siswa modeling yang terlibat dalam acara, diminta langsung pulang setelah selesai tampil. Tujuannya jelas, untuk mengurangi kerumunan.
“Karena ini talent presentation, penonton juga terbatas. Didominasi keluarga, teman atau sahabat dari para siswa Asmat Pro. Ada juga kolega dari beberapa desainer yang terlibat, “kata Nyudi Dwijo dari Asmat Pro selaku pemrakarsa acara. Selain melibatkan banyak model, juga tampil dua desainer dari program fashion design Asmat Pro yakni Jeanie Graciela Hinarta dan Atik Prasetya. Plus dua siswa master of ceremony (MC).
Ke-13 penampil dalam even Asmat Pro’s Talent Presentation, selain Jeani dan Atik Prasetya adalah Suji Pamungkas (Batik Tole), Hermansyah Afthony, Crisantium by Tatok Prihasmanto, Dhonie Bridal, Dwipa by Rahmi Yatilah, Faustina Fashion Collection, Farida Nugroho, Galaktika by Muhammad Syam, Oleanderbyribie, Sevel by Duarte serta bintang tamu Andrian Nugraha (Mister Teen Indonesia 2020).
Diantara deretan desainer yang turut menyemarakkan pergelaran busana Asmat Pro’s Talent Presentation 2021, sosok Jeanie Graciela memang paling banyak mendapat perhatian. Bukan semata lantaran usianya yang masih sangat belia (13 tahun), pun karena busana-busana rancangannya yang aplikatif. Dalam presentasi kemarin, Jeanie yang masih duduk di bangku kelas dua SMP Budi Utama Yogyakarta itu menampilkan delapan outfit yang diberi tajuk “Relovamba Street”. Sesuai judulnya, baju-baju anggitan Jeanie Graciela bertemakan Street Wear. Mengandalkan garis rancang asimetris, material wastra nusantara ‘disulapnya’ menjadi baju-baju kasual kekinian untuk kalangan milenial.
Menurut Nyudi Dwijo, Jeanie memang multi talenta. Sebelum menekuni perancangan busana, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hindro Setiawan dan Arsitasari ini telah terlebih dahulu mendalami kegiatan modeling, selain nyanyi. Mengikuti sejumlah event peragaan busana sebagai model, sebelum pada akhirnya justru tertarik membuat baju. Menurut kedua orang tuanya sejak kecil Jeanie memang pintar dan menggambar sketsa baju. Di sekolah, sering menunjukkan gagasannya dalam membuat seragam lewat sketsa. “Ketertarikan Jeanie dalam dunia rancang busana semakin menjadi sejak dirinya sering memperagakan busana karya para desainer. Kebetulan Asmat Pro membuka program fashion design, Jeanie pun mengikuti kelas tersebut,” tutur sang bunda, Arsitasari.
Event Asmat Pro’s Talent Presentation 2021 lalu, menjadi debut Jenaie di pangggung peragaan busana sebagai desainer. Ia layak gembira karena karya-karya perdananya mendapatkan apresiasi dari penonton dan pemerhati mode. Tentu saja ini menjadi lecutan motivasi baginya. “Ke depan saya ingin terus belajar, meningkatkan keterampilan dan semoga bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik.” Kata Jeanie Graciela.
Pihak Asmat Pro sendiri, menurut Nyudi Dwijo akan terus mendorong Jeanie dan siswa lain agar semakin berkembang. Diantaranya dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk terlibat menjadi fashion team dalam event-event Asmat Pro. Akan terus memantau dan membantu untuk branding di sosial media. “Kami akan membuat komunitas yang akan kami beri nama Asmat Pro Fashion Community, sebagai media untuk sharing .” kata Nyudi Dwijo.
Sedangkan kedua orang tua Jeanie bertekad akan senantiasa mengawal perjalanan karier puteri semata wayangnya tersebut. “Karena masih ABG, terkadang Jeanie ini masih suka moody. Tetapi karena sekarang sudah mulai eksis, mau tidak mau juga harus lebih tekun dan disiplin,” Ujar Arsitasari
(Linggar) Kedaulatan Rakyat.
Mon, 08 March 2021
Jeanie Graciela Hinarta tampil sebagai desainer termuda dalam peragaan busana bertajuk ‘Asmat Pro’s Talent Presentatition 2021’ di Sleman City Hall, Minggu (14/2). Fashion show gelaran Asmat Pro yang bekerjasama dengan Sleman City Hall, diikuti 13 perancang busana.
Karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Amsal, jarak kursi antar penonton lebih dari satu meter, wajib mengenakan masker dan disiapkan hand sanitizier. Yang jelas, peragaan busana tidak menggunakan backstage seperti lazimnya fashion show. Sedangkan siswa modeling yang terlibat dalam acara, diminta langsung pulang setelah selesai tampil. Tujuannya jelas, untuk mengurangi kerumunan.
“Karena ini talent presentation, penonton juga terbatas. Didominasi keluarga, teman atau sahabat dari para siswa Asmat Pro. Ada juga kolega dari beberapa desainer yang terlibat, “kata Nyudi Dwijo dari Asmat Pro selaku pemrakarsa acara. Selain melibatkan banyak model, juga tampil dua desainer dari program fashion design Asmat Pro yakni Jeanie Graciela Hinarta dan Atik Prasetya. Plus dua siswa master of ceremony (MC).
Ke-13 penampil dalam even Asmat Pro’s Talent Presentation, selain Jeani dan Atik Prasetya adalah Suji Pamungkas (Batik Tole), Hermansyah Afthony, Crisantium by Tatok Prihasmanto, Dhonie Bridal, Dwipa by Rahmi Yatilah, Faustina Fashion Collection, Farida Nugroho, Galaktika by Muhammad Syam, Oleanderbyribie, Sevel by Duarte serta bintang tamu Andrian Nugraha (Mister Teen Indonesia 2020).
Diantara deretan desainer yang turut menyemarakkan pergelaran busana Asmat Pro’s Talent Presentation 2021, sosok Jeanie Graciela memang paling banyak mendapat perhatian. Bukan semata lantaran usianya yang masih sangat belia (13 tahun), pun karena busana-busana rancangannya yang aplikatif. Dalam presentasi kemarin, Jeanie yang masih duduk di bangku kelas dua SMP Budi Utama Yogyakarta itu menampilkan delapan outfit yang diberi tajuk “Relovamba Street”. Sesuai judulnya, baju-baju anggitan Jeanie Graciela bertemakan Street Wear. Mengandalkan garis rancang asimetris, material wastra nusantara ‘disulapnya’ menjadi baju-baju kasual kekinian untuk kalangan milenial.
Menurut Nyudi Dwijo, Jeanie memang multi talenta. Sebelum menekuni perancangan busana, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hindro Setiawan dan Arsitasari ini telah terlebih dahulu mendalami kegiatan modeling, selain nyanyi. Mengikuti sejumlah event peragaan busana sebagai model, sebelum pada akhirnya justru tertarik membuat baju. Menurut kedua orang tuanya sejak kecil Jeanie memang pintar dan menggambar sketsa baju. Di sekolah, sering menunjukkan gagasannya dalam membuat seragam lewat sketsa. “Ketertarikan Jeanie dalam dunia rancang busana semakin menjadi sejak dirinya sering memperagakan busana karya para desainer. Kebetulan Asmat Pro membuka program fashion design, Jeanie pun mengikuti kelas tersebut,” tutur sang bunda, Arsitasari.
Event Asmat Pro’s Talent Presentation 2021 lalu, menjadi debut Jenaie di pangggung peragaan busana sebagai desainer. Ia layak gembira karena karya-karya perdananya mendapatkan apresiasi dari penonton dan pemerhati mode. Tentu saja ini menjadi lecutan motivasi baginya. “Ke depan saya ingin terus belajar, meningkatkan keterampilan dan semoga bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik.” Kata Jeanie Graciela.
Pihak Asmat Pro sendiri, menurut Nyudi Dwijo akan terus mendorong Jeanie dan siswa lain agar semakin berkembang. Diantaranya dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk terlibat menjadi fashion team dalam event-event Asmat Pro. Akan terus memantau dan membantu untuk branding di sosial media. “Kami akan membuat komunitas yang akan kami beri nama Asmat Pro Fashion Community, sebagai media untuk sharing .” kata Nyudi Dwijo.
Sedangkan kedua orang tua Jeanie bertekad akan senantiasa mengawal perjalanan karier puteri semata wayangnya tersebut. “Karena masih ABG, terkadang Jeanie ini masih suka moody. Tetapi karena sekarang sudah mulai eksis, mau tidak mau juga harus lebih tekun dan disiplin,” Ujar Arsitasari
(Linggar) Kedaulatan Rakyat.