Salah satu visi dan misi SMA Budi Utama adalah mempersiapkan para siswa dapat bersaing dalam masyarakat global. Upaya ini diwujudkan salah satunya melalui pembentukan karakter kebudiutamaan yaitu santun, tekun, jujur, disipilin, dan peduli sesama dan lingkungan.

Para siswa kelas XII telah memperoleh gladi atau latihan pembentukan karakter Sate Judis Pedas selama 3 tahun di SMA Budi Utama. Dan pada akhir sebelum kelulusan mereka, kami ingin merayakan gladi ini melalui kegiatan Gladi Karakter yang berlangsung dari tanggal 23 - 24 April 2024 di Omah Petroek Kaliurang.

Kegiatan di hari pertama diawali dengan anak-anak mendapat sesi mengenali diri sendiri menuju pribadi yang siap menjadi mahasiswa dan mengenal dunia kampus dari sisi seorang dosen dengan narasumber Bapak Nasarius Ardhani Sudaryono, S.Pd. M.Si. Bapak Nasarius sendiri merupakan dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang juga seorang trainer dan animator pendidikan. Pada sesi ini, para siswa antusias diajak menyusun tujuan hidup mereka di masa depan, menemukan tahapan-tahapan yang harus dipersiapkan, mengenali potensi diri mereka, dan membangun pribadi positif dalam diri mereka untuk meraih tujuan hidupnya. Para siswa juga antusias untuk berdiskusi dan bertanya.

Pada malam hari, para siswa mengadakan malam keakraban yang dirancang dan dipersiapkan oleh para siswa kelas XII. Malam keakraban ini dilakukan dengan membuat game-game yang membutuhkan kerja sama dan saling peduli dalam satu tim. Para siswa sangat antusias mengikuti malam keakraban yang ditutup dengan refleksi malam bersama Pak Gunawan. Selanjutnya,  para siswa  menulis narasi malam dalam sebuah surat bagi orang tua dan narasi yang dibacakan sebagai puncak malam keakraban kelas XII. Banyak siswa yang terharu dan menangis pada puncak keakraban.

Pada hari kedua, para siswa diajak menuliskan refleksi mereka untuk para guru dalam sebuah judul besar “Guru di Hati Siswa”. Pada penutupan, kami mengundang orang tua siswa kelas XII untuk hadir dan para siswa memberikan ucapan terima kasih kepada orang tua dalam bentuk surat yang telah mereka tulis. Mereka memberikan pelukan, ucapan terima kasih, serta mohon doa restu untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Pada momen ini, suasana haru tidak dapat ditutupi. Para siswa meluapkan rasa sayang dan Syukur mereka. Hampir semua orang tua terharu bahkan meneteskan air mata saat membaca surat dari para putera-putrinya.

Karakter yang boleh dilatih dan diasah di SMA Budi Utama kami rayakan sebagai bentuk ucapan syukur bahwa kami, para guru, sekolah, orang tua dan para siswa boleh berproses. Berproses panjang selama 3 tahun ini mempersiapkan putera-puteri lulusan SMA Budi Utama yang siap dan berani menerima tantangan di masa depan mereka. (Ms. Shinta)