KB-TK Budi Utama, kedatangan 3 orang pemimpin dari Guangzhou Normal School for Pre-School Education. Mereka hadir dalam rangka mengunjungi sekolah-sekolah tiga bahasa yang masih memiliki guru bahasa Tionghoa alumni dari sekolah tersebut yang aktif mengajar. KB-TK Budi Utama masih memeiliki 2 orang guru alumni yang aktif mengajar selama lebih dari 5 tahun, maka terpilih sebagai sekolah yang dikunjungi di Yogyakarta. Disambut langsung oleh The Founding Father Sekolah Budi Utama Bapak Djawadi, Sekretaris Umum Yayasan Pendidikan Budi Utama, Ibu Christina H.S, Kepala Akademik Mr, Fendy, MM, Kepala Non Akademik Mr. Frengky, M.A, Kepala KB-TK Budi Utama Mss. Anastasia Sri Suharyanti, Spd.AUD beserta jajarannya, serta Humas Pusat Sekolah Budi Utama Mr. Andri Wicaksono, M.I.Kom
Ketiga tamu tersebut ialah Ms Qiu Wen, sebagai kepala dari kelas Pelatihan Bahasa dan Budaya Tionghoa untuk pembelajar asing 华文班 (huawenban), yang telah menjadi program dari sekolah tersebut sejak tahun 2002. Dua tamu lainnya adalah Ms Li Yan, dan Mr Li Yuan An, yang merupakan guru senior dan pemrakarsa program Huawenban di sekolah tersebut. Kehadirannya langsung disuguhkan tampilan seni tari & lagu oleh siswa-siswi KB-TK Budi Utama.

KBTK Budi Utama beserta perwakilan sekolah Guangzhou Normal School tersebut, melakukan diskusi yang berisikan antara lain: Sejarah Sekolah Budi Utama, Perkembangan pembelajaran Bahasa dan Budaya Tionghoa di Sekolah Budi Utama khususnya KB-TK selama 10 tahun terakhir, Tantangan yang dihadapi sekolah dalam terus menyediakan Pendidikan bahasa dan budaya Tionghoa yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan jaman. Kemudian juga dibahas rencana Kerjasama antara Sekolah Budi Utama dan Guangzhou Normal School for Preschool Education di kemudian hari, khususnya dalam ranah penyediaan dan pelatihan guru-guru KB-TK hingga SD kelas kecil.
Mereka begitu terkesan dengan penyambutan yang dilakukan KB-TK Budi Utama, kemudian bagaimana Sekolah Budi Utama begitu mendukung dan memperhatikan pembelajaran Bahasa dan Budaya Tionghoa, khususnya di usia dini. Bagaimana dedikasi Bapak Djawadi beserta YPBU dalam terus memfasilitasi dan mendukung perkembangan pembelajaran Bahasa dan Budaya Tionghoa di Yogyakarta khususnya selama 17 tahun berlangsung. (Didit_Ndr)